Makassar, 22 Maret 2026, UMI Makassar Kehilangan Tokoh Inspiratif menjadi kabar duka yang dirasakan oleh civitas akademika dan masyarakat luas. Kepergian Prof. Dr. H. Umar Shihab, MA, meninggalkan jejak pengabdian yang mendalam dalam pendidikan, dakwah, dan pengembangan nilai-nilai keilmuan. Sosok beliau tidak hanya dikenal sebagai paman dari Najwa Shihab, tetapi juga sebagai panutan yang menghadirkan inspirasi dan teladan bagi generasi muda. Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya peran tokoh intelektual dalam membentuk karakter dan memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat.
UMI Makassar Kehilangan Tokoh Inspiratif
Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tengah berduka setelah wafatnya Prof. Dr. H. Umar Shihab, MA pada Jumat, 20 Maret 2026, pada usia 86 tahun. Prof. Umar Shihab dikenal luas sebagai tokoh intelektual, ulama, dan mantan politisi yang memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan dan pengembangan kampus UMI.
Kepergian beliau meninggalkan kehilangan yang mendalam, baik bagi keluarga maupun sivitas akademika. Prof. Umar Shihab tidak hanya menjadi pembina dan penuntun nilai di lingkungan UMI, tetapi juga dikenal oleh masyarakat luas sebagai sosok inspiratif yang menekankan pentingnya pendidikan berpadu dengan akhlak dan kepemimpinan visioner.
Selama masa pengabdiannya, beliau aktif membimbing mahasiswa, mengembangkan kurikulum, serta menegakkan nilai-nilai keilmuan dan moral. Sebagai paman dari jurnalis Najwa Shihab, sosoknya juga banyak dikenal di kalangan publik dan media, sehingga kabar wafatnya langsung menjadi sorotan nasional.
Latar Belakang dan Konteks Prof. Umar Shihab
Prof. Umar Shihab lahir di Sulawesi Selatan dan menapaki perjalanan hidup sebagai akademisi, ulama, serta tokoh publik yang dihormati. Beliau menempuh pendidikan tinggi di bidang agama dan sosial, lalu mengabdikan dirinya untuk pengembangan pendidikan di tingkat nasional, khususnya melalui peran aktif di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Selain kiprahnya di dunia akademik, beliau dikenal sebagai pembina mahasiswa yang menekankan nilai integritas, akhlak mulia, dan kepemimpinan yang berpihak pada masyarakat. Keaktifannya dalam yayasan UMI membuat beliau menjadi salah satu pilar penting dalam mengarahkan visi dan misi universitas agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Prof. Umar Shihab juga dikenal di masyarakat luas sebagai paman dari jurnalis Najwa Shihab, yang menjadikan sosok beliau lebih dikenal publik. Hubungan ini sekaligus menyoroti kontribusi beliau tidak hanya di ranah akademik, tetapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pendidikan, moral, dan keilmuan.
Dampak dan Pengaruh bagi Masyarakat dan Dunia Pendidikan
Kepergian Prof. Umar Shihab meninggalkan dampak signifikan, baik bagi civitas akademika UMI maupun masyarakat luas. Di lingkungan kampus, beliau dikenal sebagai sosok pembimbing yang selalu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus menanamkan nilai moral dan kepemimpinan yang baik. Banyak mahasiswa dan staf menganggap beliau sebagai panutan yang menginspirasi semangat belajar dan pengabdian.
Di tingkat masyarakat, Prof. Umar Shihab dikenal sebagai tokoh religius dan intelektual yang konsisten menebarkan ilmu dan inspirasi. Kiprah beliau dalam pendidikan dan dakwah memberi pengaruh positif bagi generasi muda, baik di Sulawesi Selatan maupun di ranah nasional. Sosok beliau menjadi simbol penting bagi pengembangan pendidikan berbasis nilai, di mana ilmu dan akhlak berjalan beriringan.
Kutipan dari Narasumber dan Pandangan Lebih Luas
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Aminuddin Yahya, menyatakan:
“Kepergian Prof. Umar Shihab adalah kehilangan besar bagi UMI dan masyarakat. Beliau tidak hanya menjadi pembimbing dan panutan bagi mahasiswa, tetapi juga teladan dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik.”
Sejumlah pengamat pendidikan menambahkan bahwa wafatnya Prof. Umar Shihab menjadi pengingat akan pentingnya peran tokoh intelektual dan religius dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurut Dr. Hidayat, pengamat pendidikan tinggi,
“Tokoh seperti Prof. Umar Shihab memberikan inspirasi nyata tentang bagaimana ilmu, moral, dan kepemimpinan harus berjalan beriringan. Kehilangannya menjadi motivasi bagi institusi dan masyarakat untuk terus menegakkan nilai-nilai tersebut.”
Secara lebih luas, peristiwa ini menyoroti pentingnya keberlanjutan peran tokoh akademik dan intelektual dalam pembangunan masyarakat. Kehadiran Prof. Umar Shihab menunjukkan bahwa pendidikan yang berpijak pada akhlak dan ilmu pengetahuan mampu membentuk generasi yang kritis, beretika, dan berdampak positif bagi komunitas.
UMI dan masyarakat diimbau untuk meneruskan semangat beliau melalui penguatan pendidikan, pengembangan nilai moral, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga warisan Prof. Umar Shihab tetap hidup dan menginspirasi generasi mendatang.












